Di Usia 495 Tahun, Bangkalan Mengetuk Pintu Langit Lewat Dzikir dan Doa Bersama

BANGKALAN, pijar.io – Pembangunan daerah tidak melulu berbicara tentang infrastruktur, investasi, maupun pertumbuhan ekonomi. Di balik berbagai upaya memajukan Kabupaten Bangkalan, Bupati Lukman Hakim menilai ada kekuatan lain yang tak kalah penting, yakni doa, kebersamaan, dan nilai-nilai spiritual masyarakat.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan dzikir, shalawat, dan doa bersama yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-495 Kabupaten Bangkalan, Minggu (25/10/2026).

Bertempat di halaman Pendopo Agung Bangkalan, kegiatan yang menghadirkan Majelis Dzikir Al-Khidmah itu menjadi momentum refleksi sekaligus ikhtiar spiritual untuk masa depan Kabupaten Bangkalan.

Lantunan dzikir dan shalawat mengiringi doa serta harapan agar daerah yang telah memasuki usia 495 tahun tersebut senantiasa mendapat keberkahan, dijauhkan dari berbagai musibah, serta terus berkembang menjadi daerah yang maju dan sejahtera.

Bupati Bangkalan Lukman Hakim menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya bertumpu pada program pemerintah dan perencanaan yang matang.

“Kemajuan daerah juga membutuhkan dukungan masyarakat, persatuan, kepedulian sosial, serta landasan spiritual yang kuat,” ujarnya.

Karena itu, momentum Hari Jadi Bangkalan tidak hanya dimaknai sebagai perayaan bertambahnya usia daerah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

“Melalui kegiatan keagamaan ini, saya berharap semangat kebersamaan dan nilai-nilai religius yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Bangkalan dapat terus terpelihara,” harapnya.

Terlebih, Kabupaten Bangkalan dikenal memiliki tradisi pesantren dan kehidupan keagamaan yang kuat. Modal sosial dan spiritual tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat di tengah berbagai tantangan pembangunan.

Di sisi lain, peringatan Hari Jadi ke-495 juga menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang Bangkalan tidak terlepas dari kontribusi berbagai elemen masyarakat.

“Oleh sebab itu, saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga persatuan, merawat kerukunan, dan mengambil peran dalam pembangunan,” ajaknya.

Kegiatan dzikir dan doa bersama ini sekaligus menjadi penegasan bahwa pembangunan Bangkalan tidak hanya diarahkan pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai sosial, budaya, dan spiritual.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, Pemkab Bangkalan berharap cita-cita mewujudkan daerah yang maju, aman, berbudaya, dan sejahtera dapat terus diwujudkan.

Peringatan Hari Jadi ke-495 Kabupaten Bangkalan pun menjadi momentum untuk menyatukan dua kekuatan sekaligus: kerja nyata dalam pembangunan dan doa sebagai ikhtiar memohon keberkahan bagi masa depan daerah. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kembali Keatas